Minggu, 20 Desember 2020

MENTARI UNTUKKU


 

 Assalamualaikum, wr. wb

 Hai teman-teman onlineku, apa kabar aku harap sehat selalu

Setiap orang pasti mempunyai idola atau sosok yang dikagumi. Ya kali ini aku akan menceritakan idolaku. Bagiku idolaku adalah ibuku,selain ibu aku juga mengidolakan ayahku. Bagiku ibu adalah panutanku, ibuku bernama Supratemi nama yang sangat kental dengan bahasa jawa, beliau lahir di Sungai Maram, 4 Desember 1982. Ibuku sekarang sudah memasuki usia kepala tiga, walaupun usia ibuku selalu bertambah bagiku ibuku akan selalu cantik dimataku.

Ibuku adalah orang yang paling cantik menurutku. Seperti kebanyakan orang jawa kulit ibu berwarna sawo matang, alisnya yang memang sudah terbentuk rapi, gigi yang rapi dan memiliki postur tubuh yang tinggi. Terkadang jika kami jalan berdua banyak yang bilang bahwa kami adik kakak, padahalkan aku adalah anaknya. Bisa kalian bayangkan wajah ibuku seperti apa, yang jelas wajahku dan ibuku agak berbeda, banyak yang bilang wajahku mirip dengan adik ayahku. Ya bagiku aku tetap mirip dengan kedua orangtuaku.

Ibuku adalah orang yang paling menyanyangiku dan adikku. Sesering apapun kami membuat salah, ibu tetap menyayangi kami. Beliau selalu memberikan nasihat agar kami dapat menjadi orang yang sukses kedepannya. Selain itu ibu juga pandai membuat lelucon, sampai-sampai kami tertawa terpingkal-pingkal. Ibuku juga orang yang pandai bergaul tak heran lagi jika dia memiliki banyak teman dan ibu juga sering bermain sosial media tetapi sayangnya jarang update foto.



Ibuku sangat pandai memasak. Masakannya selalu lezat dan membuatku ketagihan. Apalagi kalau ibu memasak ayam kecap, rasanya benar-benar membuatku ketagihan. Tapi sayangnya aku tak pandai memasak. Ibu selalu mengajarkanku caranya memasak tetapi terkadang aku selalu malas untuk belajar. Ibu selalu berkata, seorang perempuan itu harus pandai memasak, mengerjakan pekerjaan rumah, dan harus pandai dalam semua hal. Selain itu juga kita harus bisa mengerjakan sesuatu itu dengan cepat, jangan sampai ditunda-tunda. Ya semua yang ibu berikan kepadaku adalah untuk yang terbaik bagiku kedepannya. Selain pandai memasak ibuku juga pandai bernyanyi. Suaranya yang merdu membuat siapaun saat mendengarnya pasti akan merasakan ketenangan. Ibu benar-benar menjadi panutanku.



Pernah suatu ketika aku bertanya, ibu mengapa namaku dan nama adikku  berbeda dengan nama orang islam seperti biasanya padahalkan kita memang sudah islam agamanya walaupun ayah seorang mualaf. Ya ayahku memutuskan mualaf ketika menikah dengan ibuku, betapa luar biasanya ibuku sehingga mampu membuat ayah menjadi seorang mualaf. Ibu pernah cerita pada saat ibu ingin menikah dengan ayahku, dari pihak ayah tak menyetujui dikarenakan ayah pindah agama. Pas pernikahan digelar dari pihak ayah yang datang hanya pamannya ayah, kedua orangtua ayah datang pas malamnya saja saat acara akad mereka tidak datang. Bayangkan betapa kuatnya ibuku saat itu dan dia masih tetap tersenyum dengan sangat tulus. Kembali ke nama, ibuku tak menjelaskan secara pasti yang aku tau yang memberi nama adalah adik dari ayahku yang banyak orang menganggap bahwa aku mirip dengannya. Soal nama adikku, aku lah yang memberikan nama awalnya yaitu sama sepertiku Gabriel Obrian Benzema, nama Gabriel aku yang memberikan sedangkan lainnya ayahku dan ibu bidan cantik yang membantu persalinan ibu. Ya namaku dan nama adiku tak jauh berbeda, namaku Gabriel Angel Chanigia sedangkan adikku Gabriel Obrian Benzema. Sampai sekarang banyak yang mempertanyakan soal namaku dan jawabanku selalu tidak tahu karena ibuku yang tidak memberikan penjelasannya.

Saat sudah beberapa bulan menikah barulah ibuku bisa diterima dikeluarga ayahku. Ibuku adalah seorang yang paling kuat, yang paling aku sayangi bukan berarti aku tak menyanyangi ayahku ataupun adikku. Ibu yang mengandungku selama 9 bulan lamanya. Belum lagi disaat masa-masa kehamilan betapa sakitnya ibuku waktu itu. Kemudian ibu yang mempertaruhkan nyawanya demi aku lahir kedunia ini. Belum lagi ibu terbangun ditengah malam saat aku tiba-tiba menangis, ibu yang mengajari ku segalanya. Lelah yang dirasakan tak pernah ia hiraukan. Demi melihat tumbuh kembang anaknya.

Disaat umurku masih sangat kecil sering meminta mainan ibu tak pernah menolak. Saat sudah besar aku berusaha untuk tidak membuat ibu merasakan kesedihan. Sayangnya ibu pernah menangis karena aku. Maaf aku tak bisa menceritaknnya disini, dan mulai saat itu aku berusaha untuk tidak membuat ibuku menangis lagi. Yang aku inginkan adalah ibu selalu bangga kepadaku. Ya saat aku mulai masuk sekolah SD sampai aku lulus ALIYAH nilaiku masih tetap membanggakan kedua orangtuaku, walaupun aku tak pernah mendapatkan juara 1. Yah walaupun terkadang nilaiku turun naik, tetapi ibu selalu memberi nasihat agar aku bisa membagi waktuku antara belajar dan bermain.

Ibu adalah orang yang mempunayi hati bak malaikat yang selalu ada untukku. Selama ini aku tak pernah jauh dari ibu, tetapi saat masuk aliyah aku memilih bersekolah dikota dan meninggalkan kampungan halaman. Saat ibuku mengantarkan aku untuk tinggal diasrama, semua peralatan yang aku butuhkan sudah disiapkan oleh ibu dan ayahku. Ya karena itu pertamakalinya aku pisah dengan kedua orangtuaku, bisa dikatan aku ini adalah anak rumahan yang tak pernah pisah dengan orang tua. Saat ibu dan ayah ingin pulang, aku menangis dan membuat ibuku ikut menangis, kemudian ibu memelukku dan berkata belajar yang benar buat ibu dan ayahmu bangga jangan pernah sia-siakan perjuangan ayah dan ibumu agar kamu bisa bersekolah. Ya kata-kata itulah yang selalu membuatku semangat. Jikalau aku sudah suksespun tak akan mampu membalas jasa kedua orangtua terutama ibu. Karena apa pengorbanannya selama ini tak kan mampu dibalas dengan apapun. Yang terpenting adalah ketika kita sudah dewasa selalu ingat dengan ibu, kebahagiaannya yang paling utama, selalu berada disisi mereka saat mereka lanjut usia, yang seperti itulah yang membuat mereka merasakan kebahagiaan.

Teruntuk ibuku sayang, my love, dan ayahku my first love terimakasih telah mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan ini. Terimakasih telang menyanyangiku walaupun terkadaang aku sering membuat kalian marah, terutma ibu yang tak henti-hentinya memberikan nasihat untukku. Kebahagiaan kalian adalah hal yang paling utama untukku. Untukmu ibuku tersayang maafkan aku yang terkadang suka membantah perintahmu. Aku bahkan tak pernah mengatakan hal seromantis ini kepadamu. Tetapi di blog ini semua kata-kata yang tak pernah aku keluarkan aku curahkan lewat tulisanku ini. Terimakasih telah menjadi ibu yang serba bisa, selalu bekerja keras membantu ayah demi melihat anak-anaknya bisa merasakan kebahagiaan, rasa lelahmu, pengorbananmu, cucuran keringatmu, tak mampu kubalas dengan apapun selain doa yang selalu kupanjatkan kepada sang pencipta. Aku berharap ibu dan ayah akan selalu merasakan kebahagiaan.

Engkaulah idolaku, panutanku, kebahagiaanku. Terimakasih telah mendidikku hingga aku bisa seperti ini. Aku beruntung sekali terlahir darimu. I LOVE YOU AND THANK YOU FOR EVERYTHING.

Teruntuk teman-teman onlinku sayangilah kedua orangtua kalian, buatlah hidup mereka selalu bahagia jangan pernah mengecewakan mereka. Karena mereka tak pernah meminta balasan apapun kepada kita, yang terpenting bagi mereka adalah kita selalu ada disaat masa tua mereka.

Ya beliaulah idolaku, ibuku sendiri. Ibu adalah mentari bagiku yang selalu memberikan sinarnya kepadaku. Aku berharap semoga ceritaku ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Sampai ketemu dibglog aku selanjutnya, salam hangaat dariku…….

Wassalamualaikum wr. wb    

MENTARI UNTUKKU

    Assalamualaikum, wr. wb   Hai teman-teman onlineku, apa kabar aku harap sehat selalu Setiap orang pasti mempunyai idola atau sosok y...