Assalamualaikum, wr. wb
Hai teman-teman onlineku, apa kabar aku harap
sehat selalu
Setiap
orang pasti mempunyai idola atau sosok yang dikagumi. Ya kali ini aku akan
menceritakan idolaku. Bagiku idolaku adalah ibuku,selain ibu aku juga
mengidolakan ayahku. Bagiku ibu adalah panutanku, ibuku bernama Supratemi nama
yang sangat kental dengan bahasa jawa, beliau lahir di Sungai Maram, 4 Desember
1982. Ibuku sekarang sudah memasuki usia kepala tiga, walaupun usia ibuku
selalu bertambah bagiku ibuku akan selalu cantik dimataku.
Ibuku
adalah orang yang paling cantik menurutku. Seperti kebanyakan orang jawa kulit
ibu berwarna sawo matang, alisnya yang memang sudah terbentuk rapi, gigi yang
rapi dan memiliki postur tubuh yang tinggi. Terkadang jika kami jalan berdua banyak
yang bilang bahwa kami adik kakak, padahalkan aku adalah anaknya. Bisa kalian
bayangkan wajah ibuku seperti apa, yang jelas wajahku dan ibuku agak berbeda,
banyak yang bilang wajahku mirip dengan adik ayahku. Ya bagiku aku tetap mirip
dengan kedua orangtuaku.
Ibuku
adalah orang yang paling menyanyangiku dan adikku. Sesering apapun kami membuat
salah, ibu tetap menyayangi kami. Beliau selalu memberikan nasihat agar kami
dapat menjadi orang yang sukses kedepannya. Selain itu ibu juga pandai membuat
lelucon, sampai-sampai kami tertawa terpingkal-pingkal. Ibuku juga orang yang
pandai bergaul tak heran lagi jika dia memiliki banyak teman dan ibu juga
sering bermain sosial media tetapi sayangnya jarang update foto.
Ibuku
sangat pandai memasak. Masakannya selalu lezat dan membuatku ketagihan. Apalagi
kalau ibu memasak ayam kecap, rasanya benar-benar membuatku ketagihan. Tapi sayangnya
aku tak pandai memasak. Ibu selalu mengajarkanku caranya memasak tetapi
terkadang aku selalu malas untuk belajar. Ibu selalu berkata, seorang perempuan
itu harus pandai memasak, mengerjakan pekerjaan rumah, dan harus pandai dalam
semua hal. Selain itu juga kita harus bisa mengerjakan sesuatu itu dengan
cepat, jangan sampai ditunda-tunda. Ya semua yang ibu berikan kepadaku adalah
untuk yang terbaik bagiku kedepannya. Selain pandai memasak ibuku juga pandai
bernyanyi. Suaranya yang merdu membuat siapaun saat mendengarnya pasti akan
merasakan ketenangan. Ibu benar-benar menjadi panutanku.
Pernah
suatu ketika aku bertanya, ibu mengapa namaku dan nama adikku berbeda dengan nama orang islam seperti
biasanya padahalkan kita memang sudah islam agamanya walaupun ayah seorang
mualaf. Ya ayahku memutuskan mualaf ketika menikah dengan ibuku, betapa luar
biasanya ibuku sehingga mampu membuat ayah menjadi seorang mualaf. Ibu pernah
cerita pada saat ibu ingin menikah dengan ayahku, dari pihak ayah tak
menyetujui dikarenakan ayah pindah agama. Pas pernikahan digelar dari pihak
ayah yang datang hanya pamannya ayah, kedua orangtua ayah datang pas malamnya
saja saat acara akad mereka tidak datang. Bayangkan betapa kuatnya ibuku saat
itu dan dia masih tetap tersenyum dengan sangat tulus. Kembali ke nama, ibuku
tak menjelaskan secara pasti yang aku tau yang memberi nama adalah adik dari
ayahku yang banyak orang menganggap bahwa aku mirip dengannya. Soal nama
adikku, aku lah yang memberikan nama awalnya yaitu sama sepertiku Gabriel
Obrian Benzema, nama Gabriel aku yang memberikan sedangkan lainnya ayahku dan
ibu bidan cantik yang membantu persalinan ibu. Ya namaku dan nama adiku tak
jauh berbeda, namaku Gabriel Angel Chanigia sedangkan adikku Gabriel Obrian
Benzema. Sampai sekarang banyak yang mempertanyakan soal namaku dan jawabanku
selalu tidak tahu karena ibuku yang tidak memberikan penjelasannya.
Saat
sudah beberapa bulan menikah barulah ibuku bisa diterima dikeluarga ayahku. Ibuku
adalah seorang yang paling kuat, yang paling aku sayangi bukan berarti aku tak
menyanyangi ayahku ataupun adikku. Ibu yang mengandungku selama 9 bulan
lamanya. Belum lagi disaat masa-masa kehamilan betapa sakitnya ibuku waktu itu.
Kemudian ibu yang mempertaruhkan nyawanya demi aku lahir kedunia ini. Belum
lagi ibu terbangun ditengah malam saat aku tiba-tiba menangis, ibu yang
mengajari ku segalanya. Lelah yang dirasakan tak pernah ia hiraukan. Demi
melihat tumbuh kembang anaknya.
Disaat
umurku masih sangat kecil sering meminta mainan ibu tak pernah menolak. Saat
sudah besar aku berusaha untuk tidak membuat ibu merasakan kesedihan. Sayangnya
ibu pernah menangis karena aku. Maaf aku tak bisa menceritaknnya disini, dan
mulai saat itu aku berusaha untuk tidak membuat ibuku menangis lagi. Yang aku
inginkan adalah ibu selalu bangga kepadaku. Ya saat aku mulai masuk sekolah SD
sampai aku lulus ALIYAH nilaiku masih tetap membanggakan kedua orangtuaku,
walaupun aku tak pernah mendapatkan juara 1. Yah walaupun terkadang nilaiku
turun naik, tetapi ibu selalu memberi nasihat agar aku bisa membagi waktuku
antara belajar dan bermain.
Ibu
adalah orang yang mempunayi hati bak malaikat yang selalu ada untukku. Selama
ini aku tak pernah jauh dari ibu, tetapi saat masuk aliyah aku memilih
bersekolah dikota dan meninggalkan kampungan halaman. Saat ibuku mengantarkan
aku untuk tinggal diasrama, semua peralatan yang aku butuhkan sudah disiapkan
oleh ibu dan ayahku. Ya karena itu pertamakalinya aku pisah dengan kedua
orangtuaku, bisa dikatan aku ini adalah anak rumahan yang tak pernah pisah
dengan orang tua. Saat ibu dan ayah ingin pulang, aku menangis dan membuat
ibuku ikut menangis, kemudian ibu memelukku dan berkata belajar yang benar buat
ibu dan ayahmu bangga jangan pernah sia-siakan perjuangan ayah dan ibumu agar
kamu bisa bersekolah. Ya kata-kata itulah yang selalu membuatku semangat.
Jikalau aku sudah suksespun tak akan mampu membalas jasa kedua orangtua
terutama ibu. Karena apa pengorbanannya selama ini tak kan mampu dibalas dengan
apapun. Yang terpenting adalah ketika kita sudah dewasa selalu ingat dengan
ibu, kebahagiaannya yang paling utama, selalu berada disisi mereka saat mereka
lanjut usia, yang seperti itulah yang membuat mereka merasakan kebahagiaan.
Teruntuk
ibuku sayang, my love, dan ayahku my first love terimakasih telah mengajarkanku
banyak hal tentang kehidupan ini. Terimakasih telang menyanyangiku walaupun
terkadaang aku sering membuat kalian marah, terutma ibu yang tak henti-hentinya
memberikan nasihat untukku. Kebahagiaan kalian adalah hal yang paling utama
untukku. Untukmu ibuku tersayang maafkan aku yang terkadang suka membantah
perintahmu. Aku bahkan tak pernah mengatakan hal seromantis ini kepadamu.
Tetapi di blog ini semua kata-kata yang tak pernah aku keluarkan aku curahkan
lewat tulisanku ini. Terimakasih telah menjadi ibu yang serba bisa, selalu
bekerja keras membantu ayah demi melihat anak-anaknya bisa merasakan kebahagiaan,
rasa lelahmu, pengorbananmu, cucuran keringatmu, tak mampu kubalas dengan
apapun selain doa yang selalu kupanjatkan kepada sang pencipta. Aku berharap
ibu dan ayah akan selalu merasakan kebahagiaan.
Engkaulah
idolaku, panutanku, kebahagiaanku. Terimakasih telah mendidikku hingga aku bisa
seperti ini. Aku beruntung sekali terlahir darimu. I LOVE YOU AND THANK YOU FOR
EVERYTHING.
Teruntuk
teman-teman onlinku sayangilah kedua orangtua kalian, buatlah hidup mereka
selalu bahagia jangan pernah mengecewakan mereka. Karena mereka tak pernah
meminta balasan apapun kepada kita, yang terpenting bagi mereka adalah kita
selalu ada disaat masa tua mereka.
Ya
beliaulah idolaku, ibuku sendiri. Ibu adalah mentari bagiku yang selalu memberikan sinarnya kepadaku. Aku berharap semoga ceritaku ini dapat
memberikan manfaat bagi kita semua. Sampai ketemu dibglog aku selanjutnya,
salam hangaat dariku…….
Wassalamualaikum
wr. wb












